Catatan

BERKATILAH UMUR DENGAN 4 PERKARA

Imej
  Seandainya kita diberi umur untuk hidup oleh Allah hingga 50 tahun apakah yang akan kita lakukan untuk memanfaatkan umur tersebut? Andaikan umur kita saat ini sudah 45 tahun, maka baki umur yang tersisa ada 5 tahun lagi, jika hari ini kita telah pun berumur 49 tahun, bererti sisa umur kita ada 1 tahun lagi. 1 tahun itu adalah waktu yang sangat singkat, tidak terasa detik demi detik, malah minggu demi minggu lalu setahun itu telah pun berlalu, tidak terasa ajal sudah di depan mata, jadi bagaimanakah persiapan kita menjelang kehidupan hakiki yang penuh berkat? Oleh yang demikian, Rasulullah SAW telah meninggalkan satu pesanan yang amat berharga buat kita semua sebagai umatnya. Baginda telah bersabda: “Memberi sedekah, menyuruh pada kebaikan, berbakti kepada ibu bapa dan silaturahim dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, menambah berkat umur dan menolak kejahatan.” (Hadis riwayat Abu Naim). Dengan ini, empat perkara di atas sangat perlu dititikberatkan oleh kit...

Dosa Besar: Suap, Nikmat Sementara Membawa Sengsara

  Kasus suap memang sering menjadi topik pembicaraan yang hangat di tengah masyarakat. Beritanya pun telah menghiasi halaman berbagai surat kabar serta media massa lainnya. Kenyataan menunjukkan bahwa perbuatan tersebut sangat merugikan berbagai pihak. Padahal junjungan kita yang mulia yaitu Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan akan bahayanya. Hanyalah laknat, celaan, umpatan, dan hujatan yang akan menyelimuti diri mereka. Namun sayang, sangat sedikit yang mau mengambil pelajaran darinya. Kedudukan Hadits Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, al-Hakim, al-Baghawi, al-Baihaqi, Ibnu Hibban dan sejumlah ulama di dalam kitab-kitab hadits. Hadits ini dishahihkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibnu Hibban dan para pakar hadits lainnya seperti Ibnu Hajar. Sementara itu dalam riwayat lain yang shahih juga disebutkan: لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ “Rasulullah telah...

Sukses Dalam Hidup

Imej
Dr. Kholid bin Abdul Karim Al-Lahim berkongsi di dalam bukunya Mafatih Tadabburil Qur’an wan Najah fil Hayah (Kunci Tadabbur Al-Qur’an & Sukses Dalam Hidup) 10 kunci untuk mentadabburi Al-Quran supaya ianya memberikan kesan yang mendalam terhadap kehidupan kita. 1. Hati yang cinta pada Al-Qur’an Hati ada raja, dan alat untuk menghayati Al-Quran adalah hati, bukannya aqal. Sedangkan hati seringkali berbolak balik antara tarikan keimanan dan syaithan. Jika hati kita memang inginkan kepada Allah swt., signal-signal rabbani akan mudah untuk diterima walhal jika hati kita rosak akibat virus dunia, bagaimana mungkin signal-signal rabbani ini akan masuk dengan baik ? Hati yang cintakan kepada Al-Quran akan memiliki tanda-tanda berikut: Senang bertemu dengannya Duduk bersamanya dalam waktu yang panjang tanpa bosan Rindu padanya Banyak bermusyawarah dengannya, percaya penuh dengan bimbingan-bimbingannya, dan kembali padanya ketika ada masalah dalam kehidupa...

Senjata yang Paling Ampuh dalam Menghadapi Berbagai Tantangan Hidup

Imej
  Khutbah yang pertama   Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah … Sesungguhnya kehidupan manusia di dunia ini akan dipenuhi oleh berbagai cobaan dan rintangan. Maka tak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada Allah semata. Setiap urusan dan perkara bergantung kepada kehendak dan kekuaasan-Nya. Tak ada yang bisa memberi kemaslahatan dan menghindarkan dari bahaya kecuali hanya Dzat-Nya dan tak ada sekutu bagi-Nya.   Oleh karena itu, bertawakal kepada Allah merupakan senjata ampuh bagi kaum mukminin dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang waktu demi waktu semakin tajam. Allah menegaskan di dalam Al-Qur’an: وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ   “ dan hanya kepada Allah, kaum mukminin bertawakal.” (Ali Imran: 122) Ayat ini menunjukkan bahwa bagi kaum mukminin, tak ada yang bisa memberikan rasa aman, kemaslahatan, dan perlindungan dari berbagai marabahaya, kecuali hanya Allah semat...

Bagaimana Seorang Ulama Mendidik Putrinya?

Imej
  Ummu `Abdillâh bintu Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi`î   Pernah membaca buku Nasehati lin Nisa ? Buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Nasehatku bagi Para Wanita ini ditulis oleh seorang aalimah (ulama wanita) dari negeri Yaman yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah. Beliau hafizhahallah adalah putri dari ulama ahlul hadits di masa kita, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah .   Ummu Abdillah adalah seorang aalimah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut Al-Ustadz Muhammad Barmim dalam biografi Syaikh Muqbil, Ummu Abdillah mengajar di madrasah nisa’ (khusus wanita) dan memiliki beragam karya tulis ilmiyah. Di antaranya: Shahihul Musnad fis Syamail Muhammadiyah (tentang kesempurnaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , dicetak dalam dua jilid) Jamius Shahih fi ilmi wa Fadhlihi (tentang keutamaan ilmu) Tahqiq kitab As-Sunnah Ibnu Abi Ashim Nasehati lin Nisa dan sekarang...